Sukoharjo – Sebanyak 17 mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Biologi Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) melaksanakan kegiatan kuliah lapangan pada Minggu, 1 November 2026. Kegiatan ini didampingi oleh empat dosen Program Studi Pendidikan Biologi dengan mengunjungi dua lokasi, yaitu Agrowisata Jejamuran di Sleman dan Pantai Kukup di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan kuliah lapangan ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengamati objek biologi secara langsung, menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan fenomena di lapangan, serta mengembangkan keterampilan observasi dan pengelolaan spesimen.
Mengenal Budidaya dan Hilirisasi Jamur di Agrowisata Jejamuran
Kunjungan pertama dilaksanakan di Agrowisata Jejamuran, Sleman, Yogyakarta, yang dikelola oleh CV Volva Indonesia. Lokasi ini dipilih karena menawarkan pengalaman pembelajaran yang relatif lengkap mengenai dunia fungi, mulai dari pengenalan keanekaragaman jenis jamur, proses budidaya, pengelolaan media tanam, pemanenan, hingga pengolahan dan hilirisasi produk jamur.
Di lokasi tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai sekitar 34 jenis jamur yang dibudidayakan, mulai dari jamur konsumsi yang umum dijumpai hingga jenis jamur premium. Beberapa jenis yang diperkenalkan antara lain jamur tiram, shiitake, portobello, serta lingzhi (reishi) yang dikenal luas dalam pemanfaatan tradisional. Mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai pengembangan budidaya jamur Cordyceps.
Melalui penjelasan dan pengamatan langsung, mahasiswa dapat mempelajari karakteristik berbagai jenis jamur, kebutuhan lingkungan untuk pertumbuhannya, tahapan budidaya, serta potensi pemanfaatannya dalam bidang pangan dan produk bernilai ekonomi. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata bahwa pembelajaran biologi tidak hanya berkaitan dengan identifikasi organisme, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi pengetahuan aplikatif dan peluang inovasi.
Salah satu pengalaman menarik dalam kunjungan tersebut adalah mahasiswa memperoleh suvenir berupa baglog jamur tiram untuk dibudidayakan lebih lanjut di Green Laboratory Program Studi Pendidikan Biologi Univet Bantara. Pemberian baglog ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan kegiatan budidaya jamur sebagai sarana pembelajaran, observasi pertumbuhan, dan praktik biologi berkelanjutan di lingkungan program studi.
Eksplorasi Keanekaragaman Biota Laut di Pantai Kukup
Setelah kegiatan di Agrowisata Jejamuran, rombongan melanjutkan kuliah lapangan ke Pantai Kukup, Gunungkidul, Yogyakarta. Pada lokasi kedua ini, mahasiswa melaksanakan pengamatan keanekaragaman biota laut yang berkaitan dengan materi perkuliahan Sistematika Tumbuhan Rendah, khususnya kelompok alga (ganggang), serta mata kuliah Keragaman Invertebrata, terutama invertebrata laut.
Mahasiswa melakukan pengamatan terhadap berbagai organisme yang ditemukan di kawasan pesisir dan zona intertidal. Beberapa spesimen yang menjadi objek pengamatan antara lain bintang ular laut (Ophiuroidea), bulu babi (Echinoidea), serta berbagai biota laut lainnya.
Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenali karakteristik morfologi, keanekaragaman, serta ciri pembeda organisme laut secara langsung di habitat alaminya. Pengamatan lapangan juga menjadi sarana untuk memahami hubungan antara karakteristik organisme dengan kondisi lingkungan tempat hidupnya.
Tidak hanya melakukan pengamatan dan identifikasi, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman dalam proses pengawetan spesimen sebagai preparat basah. Keterampilan ini penting untuk mendukung kegiatan inventarisasi dan pengembangan koleksi spesimen di laboratorium Program Studi Pendidikan Biologi Univet Bantara. Dengan demikian, hasil kegiatan lapangan tidak hanya menjadi pengalaman belajar sesaat, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar dan bahan praktikum pada kegiatan perkuliahan berikutnya.
Memperkuat Pembelajaran Kontekstual dan Keterampilan Biologi
Melalui kunjungan ke dua lokasi dengan karakteristik ekosistem dan objek kajian yang berbeda, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif. Agrowisata Jejamuran memberikan wawasan mengenai keanekaragaman fungi, teknologi budidaya, serta pemanfaatan jamur dalam bidang pangan dan ekonomi. Sementara itu, Pantai Kukup menjadi laboratorium alam untuk mempelajari keanekaragaman alga dan invertebrata laut, sekaligus mengembangkan keterampilan pengamatan dan pengawetan spesimen.
Kegiatan kuliah lapangan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan praktis, kemampuan observasi, serta kepedulian mahasiswa terhadap keanekaragaman hayati dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Program Studi Pendidikan Biologi Univet Bantara terus mendorong pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik melalui pemanfaatan potensi lingkungan sebagai sumber belajar. Dengan pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan semakin siap mengembangkan kompetensi akademik dan keterampilan profesional sebagai calon pendidik biologi yang kompeten, kreatif, dan inovatif.
Hasan Ayyubi | Univet Bantara




